
Apa itu SSO (Single-Sign-On)? Seberapa Aman untuk Bisnis?
September 22, 2025
RoPA: Peta Data dan Bukti Akuntabilitas dalam UU Pelindungan Data Pribadi
September 22, 2025Omnichannel Customer Experience : Solusi Tingkatkan CSAT
Di era digital seperti sekarang ini, pelanggan menuntut pengalaman layanan yang lebih konsisten dan terintegrasi. Mereka dapat memulai komunikasi melalui satu kanal, melanjutkannya di kanal lain, dan mengharapkan penyelesaian yang berkesinambungan tanpa harus mengulang informasi atau konteks permasalahan yang telah disampaikan sebelumnya.
Disintegrasi komunikasi sering menjadi titik kegagalan utama di banyak perusahaan skala enterprise. Ketika data pelanggan tersebar dan terisolasi dalam berbagai sistem, perusahaan kesulitan menghadirkan layanan yang terpadu, sehingga pengalaman pelanggan terasa tidak konsisten dan tingkat kepuasan pun menurun.
Inilah mengapa strategi Omnichannel Customer Experience tidak lagi dipandang sebagai pelengkap. Pendekatan tersebut telah menjadi kebutuhan mendasar bagi perusahaan untuk mempertahankan loyalitas pelanggan sekaligus menjaga daya saing bisnis di pasar global.
Apa yang Dimaksud dengan Omnichannel Customer Experience?
Omnichannel Customer Experience adalah pendekatan strategis yang berfokus pada pengelolaan pengalaman pelanggan secara menyeluruh, dengan memastikan seluruh interaksi pelanggan di berbagai saluran komunikasi terhubung dalam satu konteks yang utuh.
Pendekatan ini tidak hanya mengintegrasikan kanal seperti email, WhatsApp, media sosial, dan telepon, tetapi juga menyatukan data, riwayat interaksi, dan preferensi pelanggan agar setiap titik kontak memberikan pengalaman yang konsisten dan berkesinambungan.
Tujuan utamanya adalah menciptakan perjalanan pelanggan (customer journey) yang mulus tanpa hambatan. Pelanggan dapat berpindah dari satu perangkat ke perangkat lain, atau dari satu platform ke platform lain, dengan konteks percakapan yang tetap terjaga utuh.
Dalam konteks operasional bisnis, ini berarti tim layanan pelanggan Anda memiliki “satu sumber kebenaran” (single source of truth). Mereka dapat melihat riwayat interaksi pelanggan secara lengkap, terlepas dari mana interaksi tersebut berasal.
Baca juga : Omnichannel vs multichannel mana yang tepat untuk bisnis
4 Pilar Utama Omnichannel CX dengan Adaptist Prose
Membangun pengalaman omnichannel yang solid memerlukan fondasi teknologi yang kuat. Berikut adalah empat pilar utama yang ditawarkan Adaptist Prose untuk memperkuat strategi CX Anda:
1. Integrasi Terpadu (Unified Integration)
Tantangan terbesar dalam layanan pelanggan adalah mengelola interaksi yang tersebar. Adaptist Prose mengonsolidasikan pesan dari WhatsApp, email, hingga live chat ke dalam satu antarmuka terpusat.
Hal ini menghilangkan kebutuhan agen untuk membuka banyak tab atau aplikasi berbeda. Dengan visibilitas penuh, risiko pesan terlewat dapat diminimalkan secara signifikan, memastikan setiap pelanggan mendapatkan perhatian yang mereka butuhkan.
2. Otomatisasi Cerdas (Intelligent Automation)
Kecepatan adalah mata uang baru dalam kepuasan pelanggan. Menggunakan kecerdasan buatan, Prose mampu mengklasifikasikan pesan secara cerdas dan menentukan prioritas tiket secara real-time.
AI tidak hanya mengotomatisasi tugas repetitif, tetapi juga belajar dari pola interaksi sebelumnya. Ini memungkinkan tim Anda bekerja lebih cerdas, bukan lebih keras, dalam menangani volume tiket yang tinggi.
3. Ketangkasan Operasional (Operational Agility)
Dinamika bisnis sering kali menuntut perubahan alur kerja yang cepat. Adaptist Prose menawarkan fleksibilitas No-Code, di mana pengguna bisnis dapat merancang workflow, layer assignment, dan aturan persetujuan (approval) tanpa bantuan tim IT.
Kemandirian ini mempercepat adaptasi tim layanan terhadap tren keluhan baru atau perubahan kebijakan perusahaan. Anda dapat memodifikasi alur kerja tiket dalam hitungan menit, bukan hari atau minggu.
4. Wawasan Mendalam (Actionable Insight)
Data adalah kunci untuk perbaikan berkelanjutan. Adaptist Prose menyediakan pengelolaan data master terpusat dan laporan bisnis yang dapat disesuaikan.
Melalui dashboard analitik, Anda mendapatkan wawasan mendalam mengenai performa tim dan tren kepuasan pelanggan. AI di dalam platform ini membantu Anda memahami akar masalah lebih cepat untuk pengambilan keputusan strategis.
Baca juga : 8 Manfaat AI Ticketing System: Solusi Layanan Pelanggan 24/7
Manfaat Penerapan Omnichannel Customer Experience bagi Bisnis
Penerapan strategi omnichannel tidak hanya berfokus pada peningkatan kenyamanan pelanggan, tetapi juga memberikan dampak finansial dan operasional yang terukur. Berikut adalah data berbasis riset yang menggambarkan signifikansi strategi ini bagi kinerja bisnis.
Meningkatkan Kepuasan Pelanggan Lewat Kecepatan Resolusi
- Sekitar 70–76% pelanggan cenderung memilih merek yang menyediakan layanan omnichannel karena pengalaman yang lebih terpadu, konsisten dan terintegrasi di berbagai kanal komunikasi.
- Agen customer service yang memiliki akses terhadap konteks omnichannel dapat menyelesaikan tiket hingga 40% lebih cepat, karena seluruh riwayat dan informasi pelanggan telah tersedia secara terpusat, sehingga pelanggan tidak perlu mengulang penjelasan yang sama berkali-kali.
- Dampaknya sangat signifikan pada metrik First Contact Resolution. Sebanyak 83% pelanggan berharap masalah mereka selesai pada kontak pertama, sebuah target yang lebih mudah dicapai dengan sistem terintegrasi.
Pengambilan Keputusan Berbasis Data
- Data yang terintegrasi membuka peluang personalisasi yang lebih dalam. Faktanya, 77% pelanggan bersedia membagikan data pribadi jika data tersebut digunakan untuk menciptakan pengalaman yang lebih relevan bagi mereka.
- Dengan data omnichannel, perusahaan dapat menggabungkan seluruh touchpoint pelanggan menjadi satu sumber insight terpadu. Ini memungkinkan analisis perilaku dan preferensi yang jauh lebih akurat.
Efisiensi Sumber Daya dan Produktivitas Tim
- Omnichannel tidak hanya menguntungkan pelanggan, tetapi juga bagi tim internal . Implementasi yang tepat dapat meningkatkan produktivitas agen hingga 25% dengan mengurangi pekerjaan administratif yang berulang.
- Efisiensi ini berdampak langsung pada bottom line perusahaan. Banyak organisasi melaporkan pengurangan biaya operasional hingga 30% setelah mengadopsi layanan pelanggan berbasis omnichannel.
- Strategi ini juga menjadi solusi bagi keterbatasan SDM. Hal ini sangat relevan mengingat 53% pemimpin CX menghadapi tantangan dalam pengelolaan sumber daya support.
Visibilitas dan Kontrol Layanan yang Lebih Baik
- Konsistensi adalah kunci kepercayaan. Sebanyak 78% konsumen secara eksplisit mengharapkan pengalaman layanan yang konsisten di seluruh kanal interaksi mereka.
- Sebaliknya, fragmentasi layanan dapat berakibat fatal. Kurangnya konsistensi menyebabkan 67% pelanggan merasa frustrasi, yang dapat diminimalkan melalui visibilitas penuh yang ditawarkan platform omnichannel.
- Anda dapat memantau SLA dan tren masalah pelanggan dalam satu layar terpadu.
Dampak Langsung terhadap Retensi dan Pendapatan
- Loyalitas pelanggan berkorelasi lurus dengan kualitas pengalaman yang mereka terima. Perusahaan dengan strategi omnichannel yang kuat mampu mempertahankan hingga 89% pelanggan, jauh di atas angka 33% bagi perusahaan dengan strategi yang lemah.
- Retensi yang tinggi ini juga meningkatkan nilai seumur hidup pelanggan (Customer Lifetime Value). Pelanggan omnichannel tercatat memiliki nilai transaksi hingga 30% lebih tinggi dibandingkan dengan pelanggan single-channel.
- Secara keseluruhan, bisnis dengan omnichannel yang matang mencatat pertumbuhan pendapatan tahunan sekitar 9,5%. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan kompetitor yang belum mengoptimalkan strategi kanal mereka.
Mengapa Pendekatan Omnichannel Sangat Menentukan Kualitas Customer Experience?
Pergeseran perilaku konsumen modern tidak dapat diabaikan. Mereka menginginkan respons instan dan penyelesaian masalah yang efektif, tanpa memandang saluran komunikasi yang mereka gunakan.
Ketika bisnis gagal menyediakan kesinambungan informasi, pelanggan cenderung merasa tidak diperhatikan dan kurang ihargai. Mereka dipaksa untuk menjembatani kesenjangan komunikasi internal perusahaan Anda, yang seharusnya bukan menjadi tanggung jawab mereka.
Pendekatan omnichannel menghilangkan hambatan dalam proses layanan. Dengan menempatkan pelanggan sebagai pusat ekosistem, perusahaan menunjukkan komitmen terhadap efisiensi waktu dan kenyamanan pelanggan, dua elemen kunci dalam membangun Customer Experience (CX) yang unggul dan berkelanjutan.
Contoh Kasus Penggunaan (Use Cases) Omnichannel di Skala Enterprise
Implementasi omnichannel yang sukses dapat dilihat dari bagaimana perusahaan menangani volume interaksi yang besar dan kompleks. Berikut adalah dua contoh kasus penggunaan yang relevan bagi skala enterprise.
1. Penyatuan Dukungan E-commerce
Masalah umum di sektor e-commerce adalah keluhan pelanggan yang tersebar di WhatsApp, Instagram, dan email. Hal ini sering menyebabkan sulitnya pelacakan SLA same-day reply dan inkonsistensi jawaban.
Solusinya adalah menyatukan semua interaksi tersebut ke satu dashboard menggunakan Adaptist Prose. AI secara otomatis mengategorikan tiket, memungkinkan tim untuk merespons lebih cepat dan memantau performa layanan secara akurat.
2. Distribusi Tiket Dinamis (Dynamic Routing)
Dalam organisasi besar, menentukan siapa yang harus menangani tiket tertentu bisa memakan waktu. Dengan Dynamic Workflow, tiket dapat diteruskan ke departemen yang tepat secara instan berdasarkan kata kunci atau kategori masalah.
Baca juga : Auto routing tiket enterprise untuk produktivitas
Strategi Omnichannel untuk Meningkatkan Customer Experience
Mengadopsi omnichannel memerlukan perencanaan yang matang agar memberikan dampak maksimal. Berikut adalah langkah-langkah strategis yang dapat Anda terapkan.
1. Integrasi ke dalam Satu Sistem Terpusat
Langkah awal yang wajib dilakukan adalah menghilangkan silo data. Pastikan sistem Helpdesk, CRM, dan seluruh saluran komunikasi terhubung dalam satu ekosistem yang terintegrasi, sehingga tim dapat mengakses riwayat interaksi pelanggan secara menyeluruh tanpa perlu berpindah antar aplikasi.
2. Desain Alur Kerja yang Fleksibel
Bisnis harus gesit dalam merespons perubahan. Prioritaskan penggunaan sistem yang mendukung konfigurasi alur kerja tanpa ketergantungan teknis yang tinggi (no-code), memungkinkan tim operasional untuk menyesuaikan proses bisnis secara mandiri dan cepat.
3. Standarisasi Pengukuran dengan Visibilitas SLA
Tetapkan standar layanan yang konsisten untuk setiap saluran. Manfaatkan dashboard monitoring terpusat untuk mendapatkan visibilitas penuh terhadap status tiket, prioritas, dan kepatuhan terhadap SLA (Service Level Agreement) dalam satu layar tunggal.
4. Penerapan Analitik pada Seluruh Set Data
Jangan biarkan data interaksi terbuang percuma. Analisis data layanan pelanggan secara menyeluruh sangat penting untuk mengidentifikasi tren, mencegah masalah berulang, dan mendukung pengambilan keputusan strategis yang berbasis data.
Baca juga : Analitik layanan pelanggan untuk keputusan strategis enterprise.
Peran AI dalam Merevolusi Interaksi Pelanggan
Kecerdasan Buatan (AI) telah menjadi katalis utama dalam evolusi layanan pelanggan. Di Adaptist Prose, AI tidak hanya berfungsi sebagai chatbot sederhana, tetapi juga sebagai asisten cerdas yang belajar memberikan wawasan mendalam.
- Pertama, AI membantu dalam klasifikasi pesan yang masuk secara otomatis. Ini mengurangi beban kognitif agen manusia yang sebelumnya harus memilah ribuan tiket secara manual.
- Kedua, AI mampu meningkatkan produktivitas agen. Dengan menyarankan respons atau solusi berdasarkan riwayat data, AI mempercepat waktu resolusi tiket.
Kesimpulan
Strategi Omnichannel Customer Experience adalah investasi jangka panjang untuk keberlanjutan bisnis Anda. Dengan menyatukan interaksi pelanggan, mengotomatisasi proses rutin, dan memanfaatkan wawasan berbasis data, Anda tidak hanya menyelesaikan masalah pelanggan, tetapi juga membangun loyalitas.
Adaptist Prose hadir sebagai mitra strategis untuk mewujudkan visi tersebut. Dengan fitur integrasi saluran, otomatisasi AI, dan fleksibilitas no-code, Prose siap mengubah kompleksitas layanan pelanggan menjadi keunggulan kompetitif perusahaan Anda.
Dengan dukungan Adaptist Prose, perusahaan Anda dapat membangun ekosistem digital yang aman, hemat waktu, dan siap berkembang tanpa mengorbankan perlindungan data atau kenyamanan pengguna.
FAQ
Apa perbedaan utama antara multichannel dan omnichannel?
Multichannel berarti bisnis hadir di banyak saluran (email, WA, telepon) namun beroperasi terpisah. Omnichannel mengintegrasikan semua saluran tersebut sehingga data dan konteks percakapan terhubung satu sama lain.
Apakah Adaptist Prose bisa diintegrasikan dengan sistem yang sudah ada?
Ya, Adaptist Prose dirancang untuk menyatukan berbagai saluran komunikasi ke dalam satu dashboard intuitif, memudahkan tim Anda mengelola tiket dari berbagai sumber.
Bagaimana AI membantu dalam manajemen tiket?
AI pada Adaptist Prose membantu mengklasifikasikan pesan secara cerdas, memprioritaskan tiket secara real-time, dan memberikan wawasan mendalam untuk mempercepat resolusi masalah.
Apakah saya perlu kemampuan coding untuk mengatur alur kerja di Adaptist Prose?
Tidak. Adaptist Prose memiliki fitur No-Code Flexibility yang memungkinkan pengguna bisnis merancang dan mengubah alur kerja sendiri tanpa bantuan departemen IT.




